Halaman

Halaman facebook kami

Tampilkan postingan dengan label Pemain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemain. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

Widodo C Putro Resmi Tukangi Timnas U-21


Widodo Cahyono Putro yang resmi ditunjuk oleh PSSI menjadi pelatih timnas U-21 langsung bergerak cepat membentuk yang akan diturunkan pada kejuaraan Piala Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam, 27 Februari hingga 5 Maret 2012.

Pada seleksi pertama di Lapangan PSSI Senayan, Jakarta, Sabtu, sedikitnya ada 45 pemain dari seluruh Indonesia yang diseleksi oleh jajaran pelatih, termasuk dipantau langsung oleh pelatih timnas senior Wim Rijsbergen.

"Kami hanya mempunyai waktu tiga hari untuk menyiapkan tim. Jadi belum semua pemain potensial bisa mengikuti seleksi ini," kata Widodo Cahyono Putro usai melakukan seleksi.

Menurut dia, singkatnya waktu seleksi timnas U-21 karena batas pendaftaran pemain untuk mengikuti kejuaraan di Brunei Darussalam sudah mepet, yaitu 10 Januari nanti. Dengan demikian, tinggal dua hari lagi untuk melakukan seleksi pemain.

Pada seleksi di bawah guyuran hujan yang cukup deras, para pemain yang berasal dari kompetisi IPL, Divisi Utama maupun Divisi I langsung menunjukkan keahliannya dalam bermain bola.

"Kita lihat dulu 'skill' dasar mereka serta visi dalam bermain. Untuk materi akan kami berikan besok, Minggu (8/1)," ucapnya, menambahkan.

Ia menjelaskan, meski baru menyeleksi, jajaran pelatih telah melihat ada beberapa pemain yang memiliki kemampuan yang cukup menonjol. Hanya saja jajaran pelatih belum bisa langsung memutuskan pemain yang akan memperkuat timnas U-21.

Untuk menghadapi Piala Hassanal Bolkiah, pihaknya menjaring sebanyak 25 pemain yang selanjutnya akan menjalani pemusatan latihan (TC) yang rencananya dilakukan mulai 16 Januari nanti.

"Untuk lokasi TC belum ditentukan. Saat ini baru fokus menyeleksi pemain saja. Yang jelas kami berusaha mencari pemain yang terbaik," ujar mantan asisten pelatih timnas senior dan U-23 itu.

Widodo mengaku, jika pemain timnas U-21 yang saat ini masih diseleksi mempunyai kemampuan lebih, setelah kejuaraan berakhir pemain itu akan berpeluang masuk timnas yang diproyeksikan untuk SEA Games 2013 di Myanmar.

Ditanya statusnya barunya sebagai pelatih, mantan striker timnas itu mengaku sudah sah meski saat ini belum mendapatkan SK dari PSSI. Dirinya oleh PSSI langsung disuruh bekerja guna menyiapkan timnas U-21. Federasi sepak bola juga telah menunjuk Indra Syafri sebagai pelatih timnas U-17.

Minggu, 01 Januari 2012

Dua Pemain Indonesia Gabung Penarol

Ini salah satu bukti jika talenta-talenta muda Indonesia memang bisa bersaing. Dua pemain berusia 18 tahun yang sebelumnya tergabung di skuad Sociedad Anonima Sportiva (SAD) yang berkompetisi di kompetisi junior Uruguay secara resmi dipinjam klub papan atas Uruguay, Club Atletico Penarol.

Dua pemain itu adalah Manahati Lestusen dan Abdul Rahman Lestaluhu. Manahati bermain di posisi sebagai pemain belakang dan Abdul Rahman striker. "Mereka di pinjam dengan durasi satu tahun," kata Yeyen Tumena, asisten manajer SAD kepada Koran ini tadi malam.  Menurut Yeyen, mereka belum bisa dikontrak secara profesional karena masih berusia 18 tahun.

"Setelah masa peminjaman satu tahun, Manahati dan Abdul Rahman punya opsi untuk kontraknya diperpanjang. Nah, saat itulah mereka bisa dikontrak secara professional karena sudah berusia 19 tahun," sambung Yeyen.   

Manahati Lestusen dan Abdul Rahman Lestaluhu akan berkompetisi di level Quarta (level IV) kompetisi liga Uruguay. Kompetisi ini satu level di bawah kompetisi reserve team (tim cadangan). 

Kedua pemain itu bukanlah yang pertama dilik Penarol. Sebelumnya dua pemain SAD juga sudah berkostum Penarol. Yaitu Syamsir Alam dan Zainal Haq. Saat ini Zaenal Haq masih tercatat sebagai pemain Penarol. Sedangkan Syamsir Alam memutuskan hijrah ke klub Divisi II Belgia, CS Vise yang sahamnya dimiliki kelurga Bakrie.

Yeyen mengungkapkan, kemungkinan Zaenal segera akan dikontrak secara profesional oleh Penarol karena usianya sudah menapaki 19 tahun. Saat ini para pemain SAD masih berlibur di tanah air. Rencananya mereka akan berangkat kembali ke Uruguay pada pekan ketiga Januari.  

Selain di Penarol, jebolan SAD juga merambah kompetisi Eropa. Selain Syamsir Alam tiga pemain lain juga bergabung dengan CS Vise. Mereka adalah Yandi Sofyan, Alfin Tuassalamony, dan Yericho Christiantoko. "Kemarin malam mereka terbang ke Belgia," beber Yeyen.

Yericho Christiantoko dan Syamsir Alam adalah bagian dari skuad  SEA Games 2011. Yericho masuk dalam 23 pemain yang didaftarkan. Sedangkan Syamsir Alam tidak. Tapi, Syamsir tetap tergabung dalam tim sampai SEA Games selesai.

jpnn.com

Sabtu, 24 Desember 2011

Eriyanto Mantan Nasib Kapten Terbaik Milan Junior Camp Day Tournament

“Tanyakan kepada mereka, apa harapan dan cita-cita. Mau menjadi pesepakbola atau memilih karier lainnya. Bisa berhasil sebagai pemain bola, sekolah, atau profesi lainnya”  itulah pesan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Andi Mallarangeng, saat menerima sejumlah anak-anak muda berbakat negeri ini, beberapa waktu lalu.
Eriyanto adalah salah satu dari anak-anak berbakat itu. Tak banyak yang mengenal nama remaja satu ini, dan itu sangatlah wajar, karena dia hanyalah seorang anak kampung yang sangat sederhana yang berasal dari Desa Nagrak Utara, Sukabumi. Namun tentu ada yang istimewa, jika ia dan sejumlah anak muda lainnya diterima oleh orang nomor satu Indonesia.
“Nama saya Eriyanto, umur saya 14 tahun. Setelah SMP saya putus sekolah dan berasal dari keluarga tidak mampu,” kata Eri, yang kemudian disusul rekan-rekannya, saat SBY meminta anak-anak muda itu memperkenalkan diri.
Cerita itu terjadi tahun lalu di bulan Oktober 2010, mereka yang diterima Presiden SBY adalah 17 bibit-bibit muda potensial asal Indonesia yang tergabung dalam The All Star Team Milan Junior Camp yang tahun lalu menjadi juara di Milan Junior Camp Day Tournament di markas AC Milan, Italia.
Atas prestasi tersebut, Bendera Merah Putih berkibar di Stadion San Siro, Italia. Bukan gelar juara saja yang berhasil diraih. Dua remaja potensial Indonesia terpilih menjadi yang terbaik. Putra asal Bali, I Putu Angga Eka Putra terpilih sebagai pemain terbaik, dan Eriyanto asal Sukabumi, terpilih sebagai kapten terbaik.
Pemilihan pemain dan kapten terbaik bukan sekadar pemanis seremonial. Menurut pelatih The All Star Team Milan Junior Camp Indonesia, Yeyen Tumena, yang menilai mereka adalah mantan pemain Milan, misalnya Franco Baresi dan Paolo Maldini.
Satu tahun kemudian, di penghujung 2011, perjalanan hidup Eriyanto, sang kapten terbaik pilihan para legenda AC Milan, masih berada di luar jalur yang tidak sesuai cita-citanya. Cahaya Eriyanto (16 tahun) yang dulu menjadi kapten terbaik Milan Junior Camp Day Tournament 2010 kini kian redup, gara-gara urusan administrasi.
Putra pasangan Bapak Uli (42) dan Ibu Rha Suleha (37) gagal masuk timnas U-16 Championship 2012. Penyebabnya adalah Eriyanto terlambat menyerahkan berkas administrasi. Padahal bergabung dengan timnas U-16 adalah cita-cita sekaligus kesempatan yang bisa menjadi jalan untuk membangkitkan eksistensi Eriyanto di dunia sepak bola.

Aji Santoso

Aji Santoso (lahir di Kepanjen, MalangJawa Timur6 April 1970; umur 41 tahun) adalah seorang pelatih dari Persebaya Surabaya. Aji sebelumnya menangani Persema Malang dan Persisam Putra Samarinda. Aji juga pernah ditunjuk untuk menjadi pelatih mantan klub semasa dia bermain, Persebaya Surabaya untuk babak Play-off Liga Super Indonesia 2009. Sebelum menangani Persebaya ia juga mengarsiteki Persik Kediri.


Perjalanan Karier

Ia adalah mantan pemain Arema MalangPersebaya SurabayaPSM MakassarPersema Malang, dan timnas sepak bola Indonesia. Sebagai pemain sepak bola Aji Santoso berposisi sebagai pemain belakang khususnya pada sektor kiri. Aji Santoso yang berposisi sebagai bek kiri dalam bermain juga aktif dalam membantu serangan.
Aji Santoso juga bermain untuk Indonesia untuk berbagai ajang kejuaraan internasional. Di tim nasional, prestasi Aji sungguh sensasional. Namanya kian kondang setelah ikut mempersembahkan medali emas SEA Games1991. Masa keemasan sebagai pemain nasional ia bukukan dalam kurun waktu 1990-1999.
Aji tetap berprestasi di kompetisi nasional. Ia tercatat sebagai pemain yang tiga kali mempersembahkan gelar juara kompetisi PSSI, yakni untuk Arema(1992/1993), Persebaya Surabaya (1997/1998), dan PSM Makassar(1999/2000). Yang membanggakan Aji lagi, ia tak pernah duduk sebagai pemain cadangan, baik saat di tim nasional maupun di klub profesional. Ia selalu menjadi pemain utama dan pemegang ban kapten. Setelah gantung sepatu, Aji Santoso beralih profesi menjadi pelatih sepak bola. Sebagai Pelatih dia terakhir membawa PON Jatim meraih emas, pada pagelaran PON Kaltim 2008 dan meraih perunggu pada ajang POM ASEAN diKuala LumpurMalaysia.
Persebaya sudah kembali ke Surabaya, Sabtu (24/12/2011) petang. Sayang lawatan Bajul Ijo ke Kota Bharu, kandang Kelantan FA menyisakan duka bagi Andik Vermansyah.

Hingga kini, kopor Andik yang hilang di bandara belum ditemukan. Padahal disana terdapat barang berharga yang nilainya jutaan, salah satunya sepatu Nike Mercurial Vapor Superfly III.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kopor Andik lenyap dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Kota Bharu. Ofisial Persebaya sudah berusaha maksimal mencari tas Andik yang raib itu ke kantor Air Asia maupun ke pihak Bandara Sultan Ismail Petra, Kota Bharu, namun hasilnya nihil. Alhasil Andik pun harus rela memakai sepatu Mat Halil...

__cEm__