Kisruh PSSI dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk
memperkeruh suasana. Mereka menggunakan pernyataan palsu dengan mencomot
akun jejaring sosial pemain.
Salah satu yang menjadi
korban fitnah tersebut adalah gelandang Mitra Kukar, Ahmad Bustomi.
Sebuah media online memberitakan bahwa mantan gelandang Arema Indonesia
itu mendorong para pemain ISL untuk berontak dan membela Timnas, dengan
menuliskan kutipan seolah-olah pernyataan tersebut diungkapkan Bustomi
lewat akun Twitter-nya.
“@Bustomi_19: sebarkan “Bepe
(Bambang Pamungkas) sampai sekarang tidak pernah disanksi KPSI kenapa
pemain ISL lain harus takut bela timnas? lawan KPSI cuma OMDO”
Gelandang Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 itu pun memberikan klarifikasinya kepada wartawan.
“Palsu, kalau asli tidak mungkin dong. Twitter-ku aku yang pegang tidak pernah ngetweet masalah balbalan (sepak bola),” kata pemain asli Jombang, Jawa Timur itu lewat pesan singkatnya. “Saya juga heran.”
Mitra
Kukar, yang berkompetisi di Liga Super Indonesia (ISL), mengambil sikap
di tengah dualisme organisasi antara PSSI kubu Djohar Arifin dan PSSI
kubu La Nyalla Mattalitti.
Seperti semua klub ISL yang bernaung di
bawah organisasi pimpinan La Nyalla Mattalitti, mereka tidak mau
melepas pemainnya untuk membela Timnas hingga Djohar Arifin melepas
jabatannya. Alasannya, Djohar sudah mendapat mosi tidak percaya dari
mayoritas anggota PSSI.
Anggota PSSI mayoritas ini kemudian
menggelar Kongres Luar Biasa yang akhirnya mengangkat La Nyalla sebagai
ketua umum baru. Hingga saat ini, kubu La Nyalla terus berjuang
mendapatkan legitimasinya, yang masih terganjal di FIFA.
Timnas sendiri saat ini masih dikelola oleh kubu Djohar Arifin Husin.