Mengejutkan!! Mungkin sebuah kata yang pantas terucap mengingat Arema yang disesaki pemain berlabel bintang dipermalukan oleh Barito Putera sebuah tim yang baru promosi musim ini.
Ya pertandingan kemarin berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan
tuan rumah Barito. Dilihat dari segi permainan pun Barito pantas menang
dari Arema sore itu. Bermain didepan pendukungnya Barito tampil ngotot
dengan pressing-pressing ketat mulai dari daerah pertahanan lawan. Sejak
peluit kick off dibunyikan memang Barito langsung mengambil inisiatif
serangan dengan passing-pasing cepat memanfaatkan lebar lapang.
Sementara itu Arema sekali lagi melakukan start buruk dan lambat
panas. Dimenit-menit awal Arema tampil kurang greget dengan permainan
lambat dan sedikit membosankan. Permainan lambat Arema diawal babak ini
dimanfaatkan betul oleh Barito. Tampaknya pelatih Barito, Sholehudin
menginstruksikan para pemainnya untuk langsung memburu gol di awal laga
dengan menerapkan pressing ketat.
Dan strategi ini ternyata cukup jitu, dimana Barito langsung unggul
cepat lewat sebuah serangan dari sayap yang dimanfaatkan oleh coulibaly
yang membuat skor berubah 1-0 untuk Barito.
Tertinggal 1-0 membuat Arema lebih menguasasi ball posesion, tapi
aliran bola lambat membuat Arema tanpa peluang di 25 menit pertama.
Sedangkan Barito tetap pada strateginya dengan pressing ketat dan
permain umpan panjang cepat dan akurat. Terbukti strategi Barito ini
cukup mampu membuat pertahanan Arema kocar-kacir.
Memasuki menit ke 30 barulah Arema mulai mendapatkan beberapa peluang
melalui tendangan Keith Kayamba Gumb yang masih melambung diatas
mistar. Kemudian Arema lagi-lagi mendapatkan peluang melalui kaki Beto
setelah bekerjasama dengan Gumb. Sayang tendangan Beto juga masih
melambung. Peluang terbaik Arema dibabak pertama sebenarnya diperoleh
oleh Joko Sasongko dimana tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti
masih bisa ditepis oleh kiper barito Dian Agus.
Hampir sepanjang babak pertama permainan Arema tidak berkembang dan
tampak salah strategi dari apa yang diperlihatkan oleh anak-anak Barito.
Peran Hasyim Kipuw tidak terlihat membuat beberapa umpan yang tidak
akurat dan sering tertinggal dalam bertahan.
Memasuki babak kedua belum ada pergantian pemain yang dilakukan RD.
Hal ini juga diikuti dengan strategi yang juga tidak berubah dari babak
pertama. Hasilnya, permainan Arema tampak monoton dan tidak menarik.
Para pemain nyaris berdiri statis diposisinya masing-masing. Diawal
babak kedua lagi-lagi Barito langsung bermain cepat dengan umpan-umpan
akuratnya memanfaatkan lebar lapangan. Pergerakan tanpa bola pemain
barito tampak menyulitkan pemain bertahan Arema. Lagi-lagi Barito mampu
mengeksplorasi lapangan dan membuat celah dipertahanan Arema.
Hal ini terus berlanjut sampai babak kedua habis. Apa yang dilakukan
RD tampak tidak efektif sama sekali. Pergantian pemainpun tak memberi
dampak yang signifikan. Satu pergantian pemain yang terbilang berhasil
dari Arema mungkin mengganti Hasim Kipuw yang dari babak pertama tidak
berkontribusi dengan memasukan Hendro siswanto yang lebih punya visi
bermain.
Harus diakui Barito Putra lebih solid sore itu dibandingkan Arema.
Pertahanan berlapis, pressing dari daerah lawan, memanfaatkan betul
lebar lapangan, mengisi pos-pos kosong, umpan-umpan cepat dan akurat
serta pergerakan dinamis para pemain Barito benar-benar merepotkan
Arema.
Sumber :Ongisnade net